Urgensitas Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati) Sebagai Upaya Ketahanan Keluarga Perspektif Maqasid Syariah
Keywords:
Hakam, Syiqaq, Maqashid SyariahAbstract
Fenomena fatherless merupakan permasalahan serius dalam kehidupan keluarga medern yang berdampak pada tumbuh kembang anak dalam melemahnya ketahanan keluarga. Ketidakhadiran peran ayah, baik secara fisik maupu psikologis, mwnyebabkan pengasuhan tidak optimal dan berpotensi mengganggu terwujudnya keluarga sakinah, mawadah, wa rahmah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi urgensitas Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai upaya penguatan ketahanan keluarga dalam perspektif maqasid syriah. Metode penelitian yang di gunakan adalan kualitatif dengan pendekatan yurudis- normatif melalui studi keputusan serta analisi konten terhadap kebijakan dan konsep program GATI. Hasil penelitian menunjukan bahwa program GATI sejalan dengan tujuan maqasid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifz al- nafs) dan keturunan (hifz al- nasl). Progaram ini berperan strategis dalam meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, meminimalisasi fenomena fatherless, serta memperkuat ketahanan keluarga islam. Dengan demikian, GATI merupakan program yang relevan dan aplikatif dalm mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi unggul.
References
al-Syāṭibī, Abū Isḥāq. (2004) al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Sharī‘ah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Effendi, Satria. (2005) Ushul Fiqih. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Khallāf, ‘Abd al-Wahhāb. (1996).‘Ilm Uṣūl al-Fiqh. Kairo: Dār al-Qalam.
Musthofa, Hanif, dkk. (2020). “Dampak Psikologis Anak dalam Keluarga Fatherless.” Jurnal Psikologi Keluarga, Vol. 5, No. 2.
Zahroton dan M. Khairil Anwar. (2019). “Dialog Ayah dan Anak dalam Al-Qur’an.” Jurnal Studi Al- Qur’an dan Hadis, Vol. 8, No. 1.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2023). Pedoman Pelaksanaan Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Jakarta: BKKBN.





